Pengertian Data, Informasi dan Pengetahuan

DATA, INFORMASI, DAN PENGETAHUAN 

Kecerdasan Bisnis 

Perusahaan memerlukan kecerdasan bisnis untuk mengembangkan proses bisnis, memonitor waktu, biaya, kualitas, dan pengendalian. Gartner Group mendefinisikan kecerdasan bisnis/business intelligence (BI) sebagai, berikut. 

“Business intelligence is the process of transforming data into information and trough discovery transforming that information into knowledge.” 

Dalam definisi tersebut disampaikan bahwa kecerdasan bisnis merupakan proses pengubahan data menjadi informasi. Kumpulan informasi yang ada akan diambil polanya menjadi suatu pengetahuan. 

Tujuan kecerdasan bisnis adalah untuk mengubah data yang sangat banyak agar memiliki nilai bisnis melalui laporan analitis. 

Definisi Data 

Data merupakan representasi dari fakta atau gambaran mengenai suatu objek atau kejadian. Kita ambil contoh fakta mengenai biodata mahasiswa yang meliputi nama, alamat, jenis kelamin, agama yang dianut, dan lainlain. Contoh lain dari fakta mengenai kejadian/transaksi dalam sebuah perusahaan dagang adalah seperti transaksi penjualan yang meliputi waktu transaksi, pelaku transaksinya (pelanggan, kasir), barang yang ditransaksikan, serta jumlah dan harganya. 

Data dinyatakan dengan nilai yang berbentuk angka, deretan karakter, atau simbol. 

Informasi 

Informasi merupakan hasil olahan data, di mana data tersebut sudah diproses dan diinterpretasikan menjadi sesuatu yang bermakna untuk pengambilan keputusan. Informasi juga diartikan sebagai himpunan dari data yang relevan dengan satu atau beberapa orang dalam suatu waktu. 

Suatu informasi berguna bagi pembuat keputusan karena informasi bisa menurunkan ketidakpastian (meningkatkan pengetahuan) tentang hal yang sedang dipikirkan. 

Makna dari sebuah informasi tentu berbeda-beda antara seorang dengan yang lainnya, tergantung pada tingkat kepentingannya. Misalnya, informasi daftar pelanggan yang potensial akan sangat dibutuhkan oleh bagian marketing di suatu perusahaan guna meningkatkan penjualan produk, tetapi barangkali tidak akan menjadi perhatian di bagian personalia. 

Kegunaan informasi bagi seseorang juga sangat tergantung pada waktu. Pada suatu waktu tertentu informasi tersebut mungkin sangat diperlukan. Di lain hari, mungkin saja hal tersebut sudah tidak berguna sama sekali. Contohnya, informasi perbandingan harga barang akan sangat dibutuhkan oleh seseorang yang akan membeli barang tersebut. Namun saat dia sedang tidak mempertimbangkan untuk membeli barang tersebut, informasi tersebut menjadi kurang bermakna. 

Informasi sangat mungkin akan menjadi data dalam proses yang akan menghasilkan informasi yang lain. 

Maksud dari pemrosesan data menjadi informasi adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol, seperti angka dan abjad dengan tujuan meningkatkan kegunaannya. Suatu sistem yang mentransfer data menjadi sebuah informasi adalah sistem informasi. 

Kualitas Informasi 

Agar bisa menyediakan keluaran yang berguna untuk membantu manajer atau para pengambil keputusan, sebuah sistem informasi harus mampu 

mengumpulkan data dan mentransformasikan data tersebut ke dalam informasi yang memiliki kualitas-kualitas tertentu. Berikut karakteristik informasi yang berkualitas: 

Relevan

Informasi yang disajikan sebaiknya terkait dengan keputusan yang akan diambil oleh pengguna informasi tersebut. Misalnya, seorang manajer yang akan memberi kredit kepada pelanggan bisa melihat laporan keuangan pelanggan tersebut karena laporan tersebut terkait dengan keputusan yang akan dibuat, yaitu memberikan atau tidak memberikan kredit kepada pelanggan tersebut. 

Akurat

Kecocokan antara informasi dengan kejadian-kejadian atau objek-objek yang diwakilinya. Misalnya, laporan inventaris yang tidak akurat menyebutkan bahwa terdapat 15 unit barang yang tersisa di gudang. Kenyataannya, masih ada 51 unit barang di dalam gudang. 

Lengkap

Merupakan derajat sampai seberapa jauh informasi menyertakan kejadian-kejadian atau objek-objek yang berhubungan. Misalnya, penjualan selama satu hari yang seharusnya ada 150 transaksi di laporan hanya tercatat sebanyak 145 transaksi. 

Tepat waktu

Informasi yang tidak tepat waktu akan menjadi informasi yang tidak berguna atau tidak dapat digunakan untuk membantu mengambil keputusan. Misalnya, informasi jadwal ujian seorang mahasiswa disampaikan setelah kegiatan ujian diselenggarakan. Informasi itu menjadi tidak berguna lagi. 

Dapat dipahami

Hal tersebut terkait dengan bahasa dan cara penyajian informasi agar pengguna lebih mudah mengambil keputusan. 

Dapat dibandingkan

Sebuah informasi yang memungkinkan seorang pemakai untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara dua objek atau kejadian yang mirip. Misalnya, membandingkan laporan pendapatan antara tahun 2006 dan 2007.