Mengenal Kecerdasan Buatan - Artificial Intelligence (AI)

Kecerdasan Buatan 

Bicara tentang Machine Learning (ML) tentu tidak bisa dilepaskan dari Artificial Intelligence (Al) atau Kecerdasan Buatan. Hal itu dikarenakan Machine Learning merupakan salah satu cabang dari ilmu Al. 

Para ahli memberikan berbagai pandangan tentang pengertian Kecerdasan Buatan. Simon (1987) mendefinisikan Al sebagai area penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan kecerdasan dalam pandangan manusia. Sedangkan Rich dan Knight (1991) mendefinisikannya sebagai studi tentang bagaimana membuat komputer mampu melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan manusia secara lebih baik. 

Dengan demikian pada dasarnya Al merupakan cabang dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat suatu mesin, seolah-olah memiliki kecerdasan dalam memecahkan masalah yang diberikan kepadanya (Paul Y Gloess dalam Kristanto, 2004). Al merepresentasi pengetahuan menggunakan bentuk simbol-simbol, memproses informasi berdasarkan metode heuristik dengan berdasarkan sejumlah aturan. 

Ilmu Kecerdasan Buatan ini berkembang sangat pesat, meskipun  mengalami juga masa-masa pasang dan surut. Tonggak-tonggak sejarah kecerdasan buatan dimulai dari era Alan Turing, ketika pertama kali menggagas komputer cerdas, sampai era saat ini, dimana muncul Deep Learning-nya LeCun, Fei Fei dan Andre Ng. Saat ini adalah era dimana kecerdasan buatan kembali mengalami masa booming. Penerapan kecerdasan buatan dilakukan secara massive di dalam aplikasi-aplikasi bisnis dan sosial media seperti Facebook, Twitter, Google, Amazon, bahkan termasuk aplikasi-aplikasi dari Indonesia seperti Go-jek, Tokopedia, dan  sebagainya. 

Fase Booming Kecerdasan Buatan

1. Al Booming (1950 1960)

Prototype komputer cerdas sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1950 ketika Alan Turing mengemukakan uji perilaku cerdas pada komputer yang disebut dengan Turing Test. Tetapi kata Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence) sendiri baru muncul enam tahun sesudahnya yaitu tahun 1956, ketika John Mc Carthy mempresentasikan makalahnya tentang Al 

Konferensi itu akhirnya dikenal sebagai konferensi pertama di bidang Kecerdasan Buatan. Selanjutnya pada tahun 1959, Newell Sinom berhasil mengembangkan GPS (General Problem Solver) sebagai the first usefull Al program. Dengan demikian pada masa itu Al cukup menjadi idola, dan beberapa metode pun lahir seperti misalnya K Nearest Neighbor (tahun 1951), Logistic Regresion (1958) dan Support Vector Machine (1963). 

2. Al Booming (1980-1990)

Fase Ini ditandai dengan berkembangnya neural network atau jaringan syaraf tiruan. Metode-metode yang muncul pada era itu antara lain adalah Bayesian Network (1985), Back Propagation (1986), Random Forest (1995). Sementara itu Yann LeCun dan kawan-kawan mulai mengembangkan apa yang disebut sebagai multilayer neural network sebagai era yang mengawali munculnya deep learning. 

3. Al Booming (2010-Sekarang)

Sempat tidak mengalami perkembangan berarti setelah era 1990, Al kembali booming setelah University of Toronto, tempat dimana LeCun, Hinton dan kawan-kawan pernah bermarkas bersama, mengembangkan apa yang disebutnya sebagai deep learning pada tahun 2006. Deep learning yang membutuhkan hardware tingkat tinggi Ini semakin pesat perkembangannya setelah Andrew Ng dan kawan kawan memperkenaikan server GPU. 

Perkembangan Al semakin booming lagi, setelah perusahaan-perusahaan mainstream saat ini seperti Google, Microsoft, Facebook dan Amazon menerapkan juga metode ini untuk pengembangan aplikasi yang mereka miliki. Pada aplikasi-aplikasi tersebut, Al digunakan untuk berbagai model seperti recomender system, face detection, hoax detection, language understanding, smart assistant dan lain sebagainya. 


LihatTutupKomentar