Sejarah Nusantara dari Kalimantan? Baca Sejarahnya

Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur adalah pelopor peradaban di Indonesia. Sejarah membuktikan, di wilayah ini pernah ditemukan kerajaan tertua di Indonesia, yakni kerajaan Kutai. Rajanya yang terkenal bernama Mulawarman. Kekuasaan keturunan Raja Mulawarman berlanjut hingga raja ke-25 yang bernama Maharaja Derma Setia (abad XIII M).

Menjelang kekuasaan Dinasti Mulawarman pudar, di wilayah Kalimantan Timur berdiri beberapa kerajaan. Diawali kerajaan Kutai Kertanegara di Jaetan Layar, sekarang masuk Wilayah Kutai Lama. Lalu berdiri Kerajaan Gunung Tabur dan Kerajaan Sambaliung (Kabupaten Berau), Kerajaan Tanjung Palas (Kabupaten Bulungan), dan Kerajaan Sandurangas (Kabupaten Pasir). Kerajaan-kerajaan tersebut menjalankan pemerintahan di wilayah masing-masing. Sejarah tidak mencatat adanya sengketa serius antar kerajaan tersebut.
Kutai

Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) atau sering disebut Kerajaan Kutai Hindu, bahkan Kutai saja sampai sekarang masih dianggap merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Mungkin juga tertua di Asia Tenggara. Wilayah Kerajaan Kutai Martadipura diperkirakan meliputi wilayah Kalimantan Timur sekarang.

Bukti yang menunjukkan keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya tujuh buah prasasti yang dipahatkan pada tiang batu. Tiang batu itu disebut yupa, yakni tugu peringatan upacara kurban. Lokasi penemuan adalah di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tepatnya di pertemuan Sungai Mahakam, dengan salah satu anak sungainya, yakni Sungai Kedang Rantau. Di lokasi tersebut juga dipercaya sebagai wilayah kerajaan Kutai.

Prasasti-prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa. Meskipun tidak mengandung angka tahun, tapi menurut bentuk dan jenisnya, diperkirakan berasal dari awal abad ke-5 Masehi. Bahasanya Sansekerta, tersusun dalam bentuk syair. Huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta merupakan pengaruh kebudayaan India.

Dari prasasti itu ditafsirkan bahwa sedikitnya ada tiga angkatan dalam keluarga, dimulai dengan raja Kundunga yang mempunyai anak bernama Aswawarman, dan Aswawarman yang mempunyai tiga orang anak, seorang di antaranya bernama Mulawarman.

Menyusuri sejarah Kerajaan Kutai Martapura sekaligus menyusuri sejarah kemashuran Maharaja Sri Mulawarman Naladewa memang tidak mudah. Akan tetapi dengan adanya beberapa hasil penelitian terdahulu, maka sejarah Kutai dapat diuraikan sedikit demi sedikit. .

Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Ketika itu rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.

Kejayaan Kerajaan Kutai Martadipura mulai meredup sekitar abad ke-13, saat berdirinya kerajaan baru bercorak Hindu Jawa di hilir sungai Mahakam. Kerajaan ini bernama Kutai Kartanegara, didirikan oleh salah satu pembesar dari kerajaan Singhasari, Raden Kesuma yang bergelar Aji Batara Agung Dewa Sakti. Dia sekaligus menjadi raja pertamanya. Kutai Kartanegara pernah disebutkan dalam naskah kuno Nagarakertagama.

Seiring berjalannya waktu, peperangan pun tak terlelakkan. Satu sama lain saling menaklukkan. Hingga pada abad ke-16, Kutai Martadipura dipimpin oleh raja Darma Setia (raja ke-27) dan Kutai Kartanegara di bawah pimpinan raja Aji Sinum Panji Mendapa (raja ke-13) terlibat peperangan sengit. Peperangan ini akhirnya dimenangkan oleh Kutai Kartanegara. Dengan terbunuhnya Maharaja Darma Setia di tangan Raja Aji Sinum Panji Mendapa, maka berakhir pula kejayaan Kutai Matadipura, setelah 13 abad lamanya berkuasa.
LihatTutupKomentar