Pra-Produksi Video - Simkomdig SMK Kelas X Semester Genap

PRA-PRODUKSI VIDEO

A. Indikator Pencapaian kompetensi (IPK)

  1. Peserta didik memahami presentasi video, jenis, fungsi dan cirinya.
  2. Peserta didik menganalisi perancangan dokumen tahap praproduksi.
  3. Peserta didik menjelaskan rancangan dokumen tahap praproduksi.
  4. Menjelaskan kemudahan dalam pemanfaatan visualisasi konsep yang ada dilingkungan sekolah.
  5. Peserta didik membuat menyusun rancangan dokumen pra-produks.
  6. Peserta didik membuat dokumen praproduksi.
  7. Menentukan visualisasi konsep yang tepat di lingkungan sekolah.
  8. Menerapkan pemanfaatan visualisasi konsep yang terdapat dilingkungan sekolah secara kontekstual dan real.

B. Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu
  1. menjelaskan pengertian presentasi video,
  2. menjelaskan fungsi presentasi video dalam upaya mengomunikasikan ide atau gagasan,
  3. mengidentifikasi jenis-jenis presentasi video.

Deskripsi

Pembelajaran presentasi video merupakan upaya pembekalan keterampilan bagi Anda untuk dapat mengomunikasikan gagasan melalui bentuk video.
Pada dasarnya presentasi video terdiri atas kegitan pembelajaran :
  1. Video proses yang pengambilan gambarnya dilakukan dengan kamera video baik yang terpasang pada telpon genggam dan perangkat gaget lainnya, maupun pada kamera khusus untuk perekaman video, termasuk camcorder.
  2. Screen recording yang pengambilan gambarnya menggunakan lensa yang terpasang pada laptop atau webcam yang sengaja dipasang untuk perekaman gambar.
  3. Pengukuran keberhasilan pembelajarannya diarahkan pada keterampilan Anda menemukan ide sebagai solusi memecahkan masalah dalam kehidupan keseharian terkait dengan produk dan jasa yang Anda pelajari.

Uraian Materi

Manusia sebagai mahluk visual dapat dengan mudah mendapatkan informasi dengan melihat sesuatu yang “hidup”, bergerak dan bersuara. Untuk mengomunikasikan suatu ide atau gagasan dengan lebih efektif maka diperlukansebuah presentasi dalam bentuk video yang dapat mengetengahkan gambar bergerak sekaligus suara yang diperlukan.

Pada awalnya dulu gerakan hanya dapat ditangkap dan diujudkan kembali melalui pemutaran pita celluloid yang kita sebut film. Film yang pertama hanya berisi gambar bergerak tanpa suara. Dalam perkembangannya film dapat juga menampung suara. Pita celluloid digantikan dengan pita magnetik yang mampu merekam gerakan dan suara. Perkembangan terakhir yang terjadi adalah penggantian pita maknetik dengan rekaman data digital. Rekaman gerak dan suara dalam bentuk data digital dapat dilakukan dengan mudah dan murah karena semakin berkembangnya perangkat jinjing (gadget) yang dilengkapi dengan lensa.
  1. Pengertian Presentasi Video, Presentasi video adalah video untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, yang digunakan untuk memperkenalkan produk yang dibuat melalui proses merekam gambar dan suara, menata urutan dan menyambung atau memotong gambar dan menyataukannya menjadi kesatuan yang utuh.
  2. Fungsi Presentasi Video, Presentasi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan melalui penyajian suatu produk yang telah dihasilkan. Sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, presentasi video harus mengemukakan keunggulan ide atau gagasan yang akan disampaikan. Ide atau gagasan merupakan upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan atau konsep adalah hasil pemikiran yang lahir sebagai solusi untuk mengatasi masalah. Pada dasarnya, masalah adalah kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Perlu pelatihan mengidentifikasi masalah. Mampu mengidentifikasi masalah merupakan setengah langkah untuk kemudian menemukan solusi sebagai satu langkah berikutnya. Gagasan atau konsep pada presentasi video, harus dan lebih bagus menggunakan ide yang asli, benar, bermanfaat. Asli, artinya gagasan atau konsep bukan hasil pemikiran orang lain, hasil kreativitas sendiri, bukan plagiasi. Tidak menyalahi kaidah keilmuan, tidak bertentangan dengan norma atau aturan. Bermanfaat, artinya menjadi solusi bagi banyak orang.
  3. Jenis Presentasi Video 
Berdasarkan tujuan pembuatannya, video dapat diperuntukan:
  1. Cerita, Video yang bertujuan untuk memaparkan cerita.
  2. Dokumenter, Video yang bertujuan merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.
  3. Berita, Video yang bertujuan memaparkan sebuah berita.
  4. Pembelajaran, Video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.
  5. Presentasi, Video yang bertujuan untuk mengomunikasikan ide atau gagasan

VISUALISASI KONSEP

Makna Visualisasi konsep adalah bahwa : Manusia adalah makhluk bernalar dan bermoral, yang menyukai segala sesuai gagasan dalam bentuk tiga dimensi
Dimana :
1. Masalah adalah kesenjangan antara kenyataan dan harapan.
2. Ide merupakan lintasan imaji sesaat ketika manusia berfikir keras.
3. Gagasan merupakan hasil kerja nalar, pengembangan dari ide.
4. Setiap pilihan solusi harus dipertimbangkan baik-buruk sebelum dilaksanakan.

Catatan : form follows function artinya bentuk mengikuti fungsi.
Bentuk gagasan manusia diaudio visualkan dalam bentuk vidio presentasi, yaitu :
  1. Video proses yang pengambilan gambarnya dilakukan dengan kamera video, baik yang terpasang pada telpon genggam dan perangkat gaget lainnya, maupun pada kamera khusus untuk perekaman video, termasuk camcorder.
  2. Screen recording adalah pengambilan gambar dari layar komputer dengan menggunakan aplikasi rekam layar dan dapat ditambahkan penggunaan lensa yang terpasang pada laptop atau webcam yang sengaja dipasang untuk perekaman gambar.
  3. Pegertian yaitu Video untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan.
  4. Fungsi Presentasi Video yaitu sarana/alat komunikasi.

A. JENIS VIDEO

Berdasarkan tujuan pembuatannya, video dapat diperuntukkan:
1. Cerita, Video yang bertujuan untuk memaparkan cerita.
2. Dokumenter,Video yang bertujuan merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.
3. Berita, Video yang bertujuan memaparkan sebuah berita.
4. Pembelajaran,Video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.
5. Presentasi Video yang bertujuan untuk mengomunikasikan ide atau gagasan.

B. CIRI-CIRI PRESENTASI VIDEO.

Berbagi informasi kepada pihak lain merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial, terutama setelah memasuki era informasi. Salah satu bentuk berbagi informasi adalah mengomunikasikan gagasan atau konsep. Dalam perkembangannya, mengomunikasikan gagasan atau konsep memiliki tujuan memasarkan produk. Bahkan tujuan-tujuan yang tersirat lainnya sering bersembunyi di balik tujuan tersebut.

Di antara para penggagas dan (sedikit) penyusun konsep justru kemampuan mengomunikasikan ini menjadi salah satu kelemahan. Banyak para pembuat produk yang tidak mampu mengomunikasikan produknya dengan baik atau tidak memiliki waktu banyak mengomunikasikan produknya dengan cara yang ‘menjual’. Bahkan banyak para penggagas yang tidak mengacuhkan kemampuan berkomunikasi.
Salah satu tujuan presentasi video adalah membantu mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui video, sebagai media dengar-pandang (audio-visual). Gagasan berbentuk produk benda jadi atau konsep dalam bentuk pelayanan (services) atau cara kerja akan menjadi lebih mudah dikomunikasikan dalam bentuk presentasi video.

Dengan demikian ciri-ciri presentasi video adalah:
  1. mengomunikasikan ide
  2. menunjukkan solusi
  3. mengomunikasikan produk dan jasa
  4. menunjukkan cara kerja
Presentasi video seyogyanya mudah dibuat, bersifat spontan, dan mengakomodasi ide pembuat. Alat yang digunakan adalah alat yang tersedia dan terjangkau. Proses pembuatan presentasi video haruslah dirancang dalam bentuk sederhana dan memperhatikan hal – hal berikut:
  1. tidak terpaku pada teknik pengambilan gambar yang rumit;
  2. teknik pengambilan gambar harus menjamin efektivitas komunikasi;
  3. pencetus ide harus terlibat dalam proses, dapat berlaku sebagai sutradara ataupun pemain bahkan sebagai editor.
Hal yang harus diperhatikan pada presentasi video produk benda jadi atau cara kerja.
  1. Alur presentasi logis, dimulai dari masalah (bila perlu didramatisasi seperlunya), ditunjukkan solusinya berupa gagasan yang akan dikemukakan.
  2. Menggunakan urutan (sequence) naratif, urutan deskriptif, dan urutan penjelasan (explanatory) dengan titik berat pada urutan deskriptif.
  3. Urutan terjaga kontinuitasnya.
  4. Narasi hanya mengantar dan menjelaskan hal-hal tertentu. Tidak mendominasi seluruh tayangan. Narasi menggunakan kata-kata lugas dan bukan mengomentari tampilan gambar. Narasi dipersiapkan melalui naskah narasi tersendiri. Penempatan kalimat kunci harus tepat, memiliki gaya bercerita yang kuat.
  5. Dapat menggunakan kesaksian orang terkenal, atau ilmuwan atau praktisi.
  6. Pada tahap simpulan, ditutup dengan narasi yang kuat, berpengaruh, menggunakan gambar yang jelas, back sound yang sesuai.

C. PROSES PENGAMBILAN GAMBAR

Produksi dimulai dari merekam video dengan berdasarkan dan konsep yang sudah dirancang. Kemudian proses rekaman baik visual maupun audio dilakukan, dan seluruh pendukung bekerjasama dalam proses produksi. Pada proses produksi Anda harus menyiapkan:

1. Alat Perekam Gambar (Camcorder)

Kamerawan memerlukan sejumlah peralatan standar untuk dapat merekam gambar dengan baik, di antaranya.
  1. Kamera (camcorder) untuk merekam gambar dan suara, contoh: kamera profesional, handycam.
  2. Tripod, agar kamera tidak bergoyang.
  3. Lampu kamera untuk menambah cahaya, dalam kondisi kurang cahaya.
  4. Mikropon untuk merekam suara ketika melakukan pengambilan gambar.

2. Menangkap Gambar Dengan Kamera Handycam

Kamera merupakan salah satu alat penting dalam suatu pembuatan film. Fungsi kamera yaitu mengambil atau merekam adegan-adegan (kegiatan) yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kamerawan dan dioperasikan sesuai dengan arahan sutradara. Seorang kamerawan perlu mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, dan hal – hal lain dalam pengambilan gambar.
LihatTutupKomentar