10 Nama-nama Tokoh Penemu di dunia dan hasil temuannya


1. Abner Doubleday - Penemu Baseball

Penemu, Pencipta, dan Sejarah Baseball

Sejarah bisbol di Amerika Serikat dapat ditelusuri pada abad ke-19, ketika pemain amatir memainkan pertandingan bisbol seperti oleh aturan informal mereka sendiri dengan menggunakan peralatan yang dibuat di rumah. Popularitas olahraga ini mengilhami klub bisbol nasional semipro pada 1860-an. Selama Perang Saudara beredar rumor bahwa Abner Doubleday lah yang memulai bisbol, tetapi dalam kenyataannya tidak seperti yang kita kenal, karena mungkin dokumentasi oleh Alexander Cartwright. Jawaban untuk pertanyaan siapa yang memulai bisbol masih belum terjawab dan kemungkinan akan tetap seperti itu.

Siapakah penemu Bisbol yang sebenarnya? 

Penyebutan awal bisbol dikenal di Amerika Serikat adalah pada tahun 1791 Pittsfield, Massachusetts, peraturan yang melarang bermain game dalam waktu 80 yard (73 m) dari rumah pertemuan kota. Pada tahun 1903, berita olahraga Inggris menerbitkan sebuah artikel yang berspekulasi bahwa bisbol berasal dari permainan Inggris yang disebut rounders, dan telah dimainkan Henry Chadwick, asal di Inggris. Tapi Albert Spalding tidak setuju. Baseball, seperti yang dikatakan Spalding, secara fundamental merupakan olahraga Amerika dan dimulai di tanah Amerika.

2. Benjamin Franklin - Penemu Penangkal Petir

Penangkal petir ditemukan oleh Benjamin Franklin, ilmuwan sekaligus negarawan Amerika. Alat yang digunakan untuk tujuan itu adalah sebilah logam yang diletakkan di atas gedung tinggi, sehingga petir yang datang tidak mengenai gedungnya.

3. Roger Lee Easton, Bradford Parkinson, dan Ivan A. Getting - Penemu GPS (Global Positioning System)

Bila kita mengetikkan kata kunci "Penemu GPS" di Google, maka terdapat tiga nama yang ditampilkan yakni Ivan A. Getting, Bradford Parkinson, dan Roger L. Easton. hal itu tentu saja membuat kita bingung, siapa sebenarnya penemu GPS pertama kali? atau ketiga orang tersebut menemukannya secara bersamaan? Dalam artikel saya di bawah ini akan dibahas tuntas siapa sebenarnya yang menemukan GPS, serta sejarah penemuannya.

Dikutip dari en.wikipedia.org, GPS ditemukan oleh tiga ilmuwan yakni Roger Lee Easton, Bradford Parkinson, dan Ivan A. Getting.

Roger Lee Easton

Roger Lee Easton (April 30, 1921 - 8 Mei 2014) adalah seorang ilmuwan / fisikawan Amerika yang merupakan penemu pokok dan desainer dari Global Positioning System (GPS).

George W. Bush memberikan penghargaan kepada Easton, National Medal of Technology untuk "prestasi perintis yang luas dalam pelacakan pesawat ruang angkasa, navigasi dan teknologi timing yang menyebabkan perkembangan NAVSTAR-Global Positioning System (GPS)" pada tahun 2006. The National Medal of Technology adalah gelar tertinggi yang diberikan untuk teknologi.

Selama karirnya di Naval Research Laboratory, Easton dianugerahi:
  • The Distinguished Civilian Service Award (1960)
  • The Institute of Navigation's Colonel Thomas L. Thurlow Navigation Award (1978)
  • The Naval Space Surveillance Center established the Roger L. Easton Science and Engineering Award (1991)
  • Inducted into the GPS Hall of Fame (1996)
  • Magellanic Premium (1997)
  • 12th Sheikh Salam Al-Ali Al-Sabah Informatics Badge of Honor from His Highness, the Amir of Kuwait, for Easton's role as the "Prime Inventor of GPS" (2013)

Bradford Parkinson

Bradford Parkinson (16 Februari 1935) adalah seorang insinyur dan penemu Amerika, dan kolonel terbaik Angkatan Udara Amerika Serikat yang dikenal sebagai bapak dari Global Positioning System.

Ivan Alexander Getting

Ivan Alexander Getting (18 Januari 1912 - 11 Oktober 2003) adalah seorang fisikawan dan insinyur listrik Amerika, dikreditkan sebagai pengembang Global Positioning

System (GPS). Dia adalah Pemimpin (yang lainnya adalah Louis Ridenour ) dari kelompok riset yang mengembangkan SCR-584, pelacakan microwave sistem kontrol api otomatis, yang memungkinkan senjata anti-pesawat untuk menghancurkan persentase yang signifikan dari V-1 bom terbang Jerman diluncurkan melawan London di akhir Perang Dunia Kedua .

4. Sejarah Penemuan Billyard Di Dunia


Secara umum Billyard diartikan sebagai sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil.

Mengenai asal-usul olah raga permainan billiard belum secara jelas diketahui, beberapa sumber menyebut bahwa permainan ini berasal dari Prancis, Italia, Spanyol, atau Cina. Namun banyak pula sumber yang menerangkan bahwa  asal-usul permainan ini adalah permainan yang biasa dimainkan di taman seperti halnya croquet ( kriket ) yang populer dimainkan di Eropa Timur dan Prancis pada abad ke-15, yang pada akhirnya permainan tersebut dipindahkan ke dalam ruangan dengan meja yang diberi taplak berwarna hijau menyerupai rumput dengan diberi pembatas kecil ditambahkan pada pinggiran meja. Bola-bolanya didorong dengan kayu panjang yang disebut “mace”.

Kata billiard diperkirakan berasal dari kata “billart” yang berarti tongkat kayu atau “bille” yang berarti bola. Pada awalnya, permainan ini dimainkan dengan dua bola pada meja yang berkantong enam dan gawang seperti dalam permainan Croquet ( kriket ) dengan menggunakan tongkat lurus sebagai sasaran pantul. Memasuki abad ke-18, gawang dan tongkat sasaran pun tidak lagi digunakan, hanya tinggal bola – bola dan kantong-kantongnya saja.

Sejak awal tahun 1800-an, permainan ini banyak dimainkan oleh kaum bangsawa, oleh karena itu permainan ini pernah populer dengan nama Noble Game of Billiards. Namun banyak juga bukti -bukti yang menunjukan bahwa permainan tersebut telah dimainkan oleh orang-orang dari berbagai tingkat sosial. Pada tahun 1600an, permainan ini sudah cukup dikenal. Shakespeare pun menyebutkan permainan ini dalam karyanya “Antony and Cleopatra” yang pada waktu itu disebut old egyptian sport.

Di Inggris, Permainan Biliar populer pada tahun 1675. Dan tahun itu pula diterbitkan buku peraturan biliard. Selanjutnya billiard dipopulerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud, seorang tahanan politik pemerintah ketika terjadi revolusi perancis. Saking cintanya dengan biliard, dia menolak untuk dibebaskan dari penjara ketika masa hukumannya berakhir.

5. Sejarah penemu Voli Pantai

Voli pantai adalah variasi dari bola voli Sejarah Ditemukannya Voli Pantai
Voli pantai adalah variasi dari bola voli, yang dimainkan di atas pasir. Dua tim yang dipisahkan oleh jaring memukul bola voli menggunakan lengan atau tangan. Para pemain berusaha untuk memukul bola melawati atas jaring agar memasuki lantai di daerah lawan, serta harus mencegah bola jatuh di daerah mereka sendiri.

Voli pantai populer sebagai aktivitas rekreasi di tempat-tempat yang memiliki pantai berpasir yang luas, namun sering juga dimainkan di lapangan pasir yang bukan di pantai. Bahkan, olahraga ini populer di beberapa negara yang tidak berbatasan dengan laut, seperti Swiss. Olahraga ini termasuk olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, dan badan tertingginya adalah Fédération Internationale de Volleyball. Menurut peraturan resmi, voli pantai menggunakan dua orang dalam satu tim.

Sejarah Voli Pantai

Permainan bola voli pantai pertama kali dimulai pada tahun 1920-an, berawal dari sebuah kota yang bernaman Santa Monica, yang terletak di wilayah California. Permainan yang merupakan perkembangan dari permainan bola voli ini mulai mengembangkan sayapnya di wilayah Eropa dengan lamban. Penyebarannya ke wilayah- wilayah yang terdapat di benua Eropa mulai terlihat pada sekitar tahun 1930-an, sepuluh tahun setelah pertama kali diciptakan. Perkembangan permainan ini betul-betul berjalan dengan lamban. Hal ini dapat dilihat pada masa kepopulerannya. Permainan bola voli pantai ini baru mulai terkenal pada sekitar tahun 1980-an.

Brazil dan Amerika Serikat adalah dua negara yang selama berpuluh-puluh tahun telah berkecimpung dan mendominasi permainan bola voli pantai pada kelas internasional. Selain Brazil dan Amerika Serikat, belakangan ini Australia juga telah muncul sebagai negara terkuat yang ketiga dalam permainan bola voli ini. Beberapa negara yang lain, yang terletak di Eropa juga telah berusaha untuk terus mengembangkan potensi mereka.

6. Sejarah penemu Futsal Juan Carlos Ceriani - Penemu Futsal Pertama Kali

Juan Carlos Ceriani Gravier ( 9 Maret dari 1907, 25 Juni dari 1996 ) adalah seorang guru pendidikan jasmani Uruguay. Ia diakui dunia sebagai penemu futsal yang sekarang diminati sebagai olahraga gaya hidup hampir semua kalangan. Ceriani tercatat sebagai lulusan Federasi Amerika Selatan YMCA (sekarang Konfederasi Amerika Latin) dan memegang gelar Sekjen Asociaciones Christianas Jovenes (ACJ) dan guru pendidikan jasmani.

7. Johny Setiawan - Penemu Planet Baru

Johny Setiawan adalah astronom asal Indonesia yang bekerja sebagai peneliti di Departemen Pembentukan Bintang dan Planet, Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman. Johny Setiawan dikenal sebagai penemu banyak planet ekstrasurya.

Pada Juni 2005, kelompok astronom Eropa dan Brasil di bawah pimpinannya berhasil menemukan sebuah planet luar surya yang diberi nama HD 11977 b.

Salah satu penemuan berikutnya adalah sebuah planet yang mengitari sebuah bintang yang sangat muda, bernama TW Hydrae . Penemuan ini dipublikasikan di Nature, vol. 451, 38 (2008). Planet tersebut masih dalam piringan cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang induknya. Contoh penemuannya yang lain adalah HIP 13044 b, HD 47536 c, HD 110014 b, HD 110014 c, HD 11977 b, dan HD 70573 b.

8. Gertrude B. Elion - Penemu Obat Penghambat Proses Leukemia

Gertrude Belle Elion adalah biokimiawati dan farmakolog Amerika Serikat. Ia adalah salah satu penerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran (1988), bersama dengan James Whyte Black dan George Hitchings, atas jasanya merancang studi yang menimbulkan perumusan banyak obat-obatan baru yang kini digunakan untuk menghambat proses leukemia. Kerjanya juga menyingkap fungsi ADN. Ia juga wanita pertama yang dipilih ke National Inventor's Hall of Fame (1991), yang menghormati tokoh seperti Thomas Alva Edison.

Penemuan Elion meliputi:

  • 6-merkaptopurin (Purinethol), pengobatan pertama untuk leukemia dan digunakan dalam transplantasi organ.
  • Azathioprine (Imuran), pertama agen-immuno penekan, digunakan untuk transplantasi organ.
  • Allopurinol (Zyloprim), untuk gout.
  • Pirimetamin (Daraprim), untuk malaria.
  • Trimethoprim (Septra), untuk meningitis, septicemia, dan infeksi bakteri dari saluran kemih dan saluran pernafasan.
  • Acyclovir (Zovirax), untuk virus herpes.
  • Nelarabine untuk pengobatan kanker.

Selama 1967 dia menduduki posisi kepala Departemen perusahaan Eksperimental Terapi dan resmi pensiun pada tahun 1983. Meskipun pensiun, Elion terus bekerja hampir penuh waktu di laboratorium, dan mengawasi adaptasi azidotimidin (AZT), yang menjadi obat pertama yang digunakan untuk pengobatan AIDS.

9. Jan Evangelista Purkyně - Penggagas Istilah Protoplasma 

Jan Evangelista Purkyně (atau Johannes Evangelists Purkinje) adalah seorang ahli anatomi dan ahli faal (fisiologi) berkebangsaan Ceko. Ia salah satu ilmuwan paling terkenal di masanya. Pada 1839, ia menciptakan istilah "protoplasma" untuk substansi cairan dari sebuah sel.

Ia memiliki seorang putra yang merupakan pelukis terkenal, yaitu Karel Purkyně. Karena ketenarannya, ketika orang-orang dari luar Eropa mengirim surat kepadanya, mereka cukup mencantumkan alamat "Purkyně, Europe".

Purkyně dilahirkan di Libochovice, Bohemia. Pada 1818, ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Praha. Di universitas ini kelak ia ditunjuk menjadi profesor ilmu faal setelah menyelesaikan disertasi doktoralnya. Saat ia bekerja di universitas, ia menemukan efek Purkinje, yaitu dalam cahaya redup, sentivitas mata manusia jauh berkurang pada cahaya merah dibandingkan dengan cahaya biru. Ia menerbitkan dua karya ilmiah, Observasi dan Percobaan Investigasi Fisiologi Indera dan Laporan Subjektif Baru mengenai Penglihatan. Karyanya merupakan sumbangan besar untuk ilmu psikologi eksperimental. Ia mendirikan Jurusan Fisiologi pertama di Universitas Breslau, Prussia pada 1839 dan laboratorium fisiologi pertama di dunia pada 1842.

Penemuannya yang sangat terkenal adalah sel Purkinje, sebuah sel saraf besar yang memiliki banyak cabang dendrit. Sel ini dapat ditemukan di otak kecil. Ia juga dikenal atas penemuan serat Purkinje pada 1839. Serat Purkinje merupakan jaringan fibrosa yang dapat mengonduksi impuls listrik dari nodus atrioventrikular menuju semua bagian ventrikel jantung. Penemuan lainnya adalah citra Purkinje, pencerminan objek dari struktur mata.

Purkinje merupakan tokoh yang pertama kali menggunakan mikrotom untuk membuat lapisan jaringan yang tipis yang dapat dipergunakan dalam pemeriksaan mikroskopis. Ia mendeskripsikan efek dari kampor, belladonna, opium, dan turpentin pada manusia saat 1829, menemukan kelenjar keringat pada 1833, dan menggunakan sidik jari sebagai salah satu metode identifikasi pada 1823.

10. Abu Musa Jabir bin Hayyan - Bapak Kimia Modern

Abu Musa Jabir bin Hayyan juga dikenal sebagai Geber, adalah seorang tokoh Muslim polymath : ahli kimia dan alkemis, astronom dan astrolog, insinyur, ahli geografi, filsuf, fisikawan, dan apoteker dan dokter. Lahir dan dididik di Tus, ia kemudian melakukan perjalanan ke Kufah dan ayahnya berasal dari Suriah ( Bilad al-Sham ).

Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.

Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.


Penemuan

Beberapa penemuan Jabir Ibn Hayyan diantaranya adalah: asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.

Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.

Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol.

Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertamakali dilakukan oleh Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut:
  1. “Spirits“ yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida.
  2. “Metals” seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan
  3. “Stones” yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.

“The first essential in chemistry is that you should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery.” (Jabir Ibn Hayyan)"