Elie Wiesel Korban Selamat Holocaust dan Pemenang Hadiah Nobel Meninggal

Elie Wiesel adalah salah satu yang berhasil selamat dari traged holocaust pada Perang Dunia II dan juga penerima hadiah Nobel Perdamaian karena konsistensinya menyuarakan perdamaian dari jutaan orang korban holocaust, meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Elie Wiesel juga dikenal sebagai seorang filsuf, penulis naskah dan profesor yang terus berkampanye untuk mereka yang di zalimi dan dilupakan dari seluruh dunia.

Wiesel yang lahir di Rumania ini juga dikenal dengan ungkapan menyentuhnya yang ditulis dalam salah satu naskahnya berjudul “Night,” sebuah karya yang bercerita tentang holocaust – “untuk melupakan orang mati akan mirip dengan membunuh mereka untuk kedua kalinya."

Elie Wiesel adalah salah satu yang berhasil selamat dari traged holocaust pada Perang Duni Elie Wiesel Korban Selamat Holocaust dan Pemenang Hadiah Nobel Meninggal

Dalam pemberian hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1986, Komite Nobel memuji Wiesel sebagai "utusan kepada umat manusia" dan "salah satu pemimpin spiritual paling penting dan panduan di zaman ketika kekerasan, penindasan dan rasisme terus mencirikan dunia."

Wiesel sangat konsisten dan terus menerus berupaya supaya dunia tidak melupakan horor Holocaust. Pada 1985, ketika beliau menerima Medali Emas Kongres di Gedung Putih, Wiesel bahkan menegur Presiden AS Ronald Reagan atas rencananya untuk meletakkan karangan bunga di pemakaman Jerman di mana beberapa perwira Waffen SS Hitler dikubur.

"Jangan pergi ke Bitburg," katanya. "Tempat itu bukan tempat Anda. Tempat Anda adalah dengan korban SS."

Seiring perjalanan waktu, Wiesel menjadi dekat dengan Presiden Barack Obama, tetapi meskipun begitu, persahabatan mereka tidak menghalangi dia untuk mengkritik kebijakan AS di Israel.

Dia berbicara dalam mendukung permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan mendorong Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya untuk mengambil sikap lebih keras terhadap Iran atas program nuklirnya. Wiesel menghadiri sidang gabungan Kongres AS pada tahun 2015 ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara tentang bahaya program Iran.

Wiesel dan yayasannya menjadi korban skema Ponzi yang luas dijalankan oleh pemodal dari New York, Bernie Madoff. Wiesel dan istrinya kehilangan tabungan hidup mereka sementara yayasannya kehilangan $15,2 juta. “'Psikopat' - itu kata yang terlalu bagus untuknya," katanya tentang Madoff tahun 2009.

Wiesel berusia 16 tahun ketika ia selamat dan dibebaskan dari kamp konsentrasi Buchenwald pada tahun 1945. Dia telah menjadi yatim piatu karena Nazi dan nomor identifikasi A-7713 ditatokan pada lengannya sebagai manifestasi fisik dari hilangnya harapan dan mimpi buruk yang terus menghantuinya sepanjang hidup.

Wiesel dan keluarganya yang pertama kali ditangkap oleh Nazi dari desa Sighetu Marmatiei di wilayah Transylvania Rumania ke Auschwitz, di mana ibunya dan salah satu saudara perempuannya meninggal. Wiesel dan ayahnya, Shlomo, berakhir di Buchenwald, di sana Shlomo meninggal. Dalam tulisannya "Night" Wiesel menuliskan salah satu tindakannya yang paling memalukan adalah bersembunyi di kolong tempat tidurnya sementara ayahnya dipukuli di dekatnya.

Setelah perang, Wiesel berhasil pergi ke Prancis, belajar di Universitas Sorbonne dan pada usia 19 tahun dia telah menjadi seorang jurnalis. Dia terus menerus tergoda untuk melakukan bunuh diri dan tidak pernah menulis atau membahas pengalaman Holocaustnya sampai 10 tahun setelah perang, sebagai bagian dari sumpah untuk dirinya sendiri. Dia berusia 27 tahun pada tahun 1955 ketika "Night" diterbitkan dalam bahasa Yiddish, yang kemudian ditulisnya ulang untuk dipasarkan di seluruh dunia.

"Takkan pernah kulupakan malam itu, malam pertama di kamp, ​​yang telah mengubah hidup saya menjadi malam yang panjang, tujuh kali terkutuk dan tujuh kali disegel ...," tulis Wiesel. "Takkan pernah kulupakan api yang menghancurkan iman saya selamanya. Takkan pernah kulupakan bahwa keheningan abadi yang membuat saya, selama-lamanya, lari dari keinginan untuk hidup."

Pada sebuah wawancara yang dilakukan pada tahun 2000, pertanyaan mengapa ia tidak gila dijawab Wiesel dengan mengatakan, "Sampai hari ini yang merupakan misteri bagi saya."

Pada tahun 2008, New York Times menyatakan "Malam" telah terjual sekitar 10 juta kopi, termasuk 3 juta setelah talk-show Oprah Winfrey memilih buku itu menjadi bagian dari klub bukunya pada tahun 2006.

Pada tahun 1985 Wiesel membantu pendirian Museum Holocaust Memorial di Washington, dan tahun berikutnya dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian. Ia mendedikasikan hadiah Nobel yang diterimanya untuk semua orang yang selamat dari horor Nazi, dan menyebut mereka "contoh untuk umat manusia bagaimana untuk tidak menyerah dan putus asa."

Wiesel menjadi warga negara AS pada tahun 1963. Sepintas dia terlihat seperti orang lain. Biasa saja. Tetapi dia akan terlihat berbeda ketika berbicara. Dengan profil kurus, mata bersemangat dan rambut abu-abu, ia bisa membungkam orang banyak hanya dengan berdiri.

Ia sering digambarkan sebagai orang yang muram. Seorang teman lamanya, profesor Irving Abrahamson dari Chicago, pernah berkata tentang dia: "Saya belum pernah melihat Elie tertawa terbahak-bahak. Dia bisa tertawa atau tersenyum, akan ada binar di matanya. Tapi tidak benar-benar pernah tertawa dari dalam."

Beberapa tahun setelah memenangkan hadiah perdamaian, ia mendirikan Elie Wiesel Foundation for Humanity, yang berkampanye untuk suku Indian Miskito di Nikaragua, pengungsi Kamboja, korban apartheid di Afrika Selatan, juga korban kelaparan dan genosida di Afrika.

Wiesel menulis lebih dari 50 buku - novel, non-fiksi, memoar dan banyak lagi dengan tema Holocaust. Beliau juga memegang jabatan sebagai pengajar di Boston University. Dalam salah satu bukunya di kemudian hari, "Open Heart," ia membuat operasi bypass-quintuple pada jantungnya pada 2011 sebagai dorongan untuk refleksi hidupnya.

"Saya sudah penerima begitu banyak keajaiban, yang saya tahu saya berhutang kepada nenek moyang saya," tulisnya. "Semua yang sudah saya capai telah dan terus didedikasikan untuk impian dan harapan yang dimatikan."

Dia menerima sejumlah penghargaan dan kehormatan, termasuk ksatria kehormatan dari Inggris. Obama menganugerahkan medali National Humanities pada tahun 2009.

Wiesel pernah diserang di sebuah hotel di San Francisco pada tahun 2007 oleh seorang penyangkal Holocaust berusia 22 tahun, tapi tidak terluka.

Wiesel dan istrinya Marion, menikah pada tahun 1969 dan putri mereka, Elisa, lahir pada tahun 1972. sumber dan kredit foto: Reuters.


Sumber https://dee-belajar.blogspot.com/

Posting Komentar