Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Muncul Bisul Setelah Vaksin BCG, Normalkah?

.

materikuliah.my.id/#– Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit menular. Karena itu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi wajib yang bisa diberikan pada anak sejak lahir. Salah satunya adalah imunisasi BCG (Bacille Calmette-Guerin).

Imunisasi BCG terbuat dari bakteri Mycobacterium bovis atau M. bovis yang membuat Anda lebih peka pada bakteri penyebab TB di dalam tubuh sehingga sistem imun tubuh bisa menyerang bakteri tersebut sebelum menginfeksi. Imunisasi BCG biasanya diberikan pada anak sebelum berusia 2 bulan.

Setelah penyuntikan vaksin BCG biasanya akan timbul bisul luka atau bernanah di tempat penyuntikan vaksin. Reaksi ini disebut reaksi cepat BCG (accelerated BCG reaction). Bisul dapat muncul pada kurun waktu 2-12 minggu sejak imunisasi, namun kebanyakan muncul pada 4-6 minggu. Jika bisul muncul kurang dari 1 minggu, kemungkinan besar sudah pernah terpapar kuman TB sebelumnya sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Bisul ini tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri. Umumnya bekas bisul ini akan meninggalkan jaringan parut atau scar. Namun jika lengan anak tampak bengkak diiringi demam tinggi dan nanah yang banyak, sebaiknya bawa anak Anda ke dokter.

Pada beberapa anak terkadang reaksi bisul ini tidak muncul. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kekebalan kulit, kepekaan kulit, dan reaksi sistem imun anak. IDAI menyatakan bahwa jika tidak muncul bisul, bukan berarti imunisasi ini gagal sehingga tidak perlu mengulang imunisasi.

Faktor lain yang dapat memengaruhi tidak munculnya bisul setelah imunisasi BCG antara lain kesalahan cara penyuntukan, kurang dosis penyuntikan, dan kondisi vaksin yang kurang baik. Untuk itu, selalu lakukan imunisasi di tempat yang terpercaya dan oleh tenaga medis yang terpercaya.

Posting Komentar untuk "Tidak Muncul Bisul Setelah Vaksin BCG, Normalkah?"